Saturday, April 14, 2018

BEDAH SURAH AL BAQARAH AYAT 115




A. Terjemah Surah Al Baqarah ayat 115 :
   “Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat, maka kemanapun kamu menghadap di situlah wajah Allah. Sesungguhnya Allah Maha Luas (rahmat-Nya) lagi Maha Mengetahui”

B. Tafsir Jalalain Surah Al Baqarah ayat 115 :

ونزل لما طعن اليهود في نسخ القبلة أو في صلاة النافلة على الراحلة في السفر حيثما توجهت وَلِلَّهِ المشرق والمغرب أي الأرض كلها لأنهما ناحيتاها فَأَيْنَمَا تُوَلُّواْ وجوهكم في الصلاة بأمره فَثَمَّ هناك وَجْهُ الله قبلته التي رضيها إِنَّ الله واسع يسع فضله كل شيء عَلِيمٌ بتدبير خلقه.
Ketika orang-orang Yahudi mengecam penggantian kiblat atau tentang salat sunah di atas kendaraan selama dalam perjalanan dengan menghadap ke arah yang dituju, turunlah ayat, (Dan milik Allahlah timur dan barat) karena keduanya merupakan ujung dan pangkalnya, (maka ke mana saja kamu menghadap) maksudnya menghadapkan mukamu di waktu salat atas titah-Nya, (maka di sanalah) di arah sanalah (wajah Allah) maksudnya kiblat yang diridai-Nya. (Sesungguhnya Allah Maha Luas) maksudnya kemurahan-Nya meliputi segala sesuatu (lagi Maha Mengetahui) tentang pengaturan makhluk-Nya.

C. Tafsir Departemen Agama RI Surah Al Baqarah ayat 115 :

Allah swt. menegaskan pemilikan-Nya terhadap seluruh alam ini. Dia sendiri yang mengaturnya, mengetahui apa saja yang terjadi di dalamnya, baik kecil maupun besar.

Firman Allah:

وَهُوَ مَعَكُمْ أَيْنَ مَا كُنْتُمْ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ
Artinya:

Dan Dia (Allah) bersama kamu di mana saja kamu berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. (Q.S Al Hadid: 4) 

Dan firman Allah:

مَا يَكُونُ مِنْ نَجْوَى ثَلَاثَةٍ إِلَّا هُوَ رَابِعُهُمْ وَلَا خَمْسَةٍ إِلَّا هُوَ سَادِسُهُمْ وَلَا أَدْنَى مِنْ ذَلِكَ وَلَا أَكْثَرَ إِلَّا هُوَ مَعَهُمْ أَيْنَ مَا كَانُوا
Artinya:

Tiada pembicaraan rahasia antara tiga orang melainkan Dialah yang keempatnya, dan tiada (pembicaraan antara) lima orang melainkan Dialah yang keenamnya, dan tiada (pula) pembicaraan antara (jumlah) yang kurang dari itu atau lebih banyak melainkan Dia ada bersama mereka di mana pun mereka berada. (Q.S Al Mujadalah: 7)

Dan firman Allah:

رَبَّنَا وَسِعْتَ كُلَّ شَيْءٍ رَحْمَةً وَعِلْمًا فَاغْفِرْ لِلَّذِينَ تَابُوا وَاتَّبَعُوا سَبِيلَكََ
Artinya:

(Mereka berkata), "Ya Tuhan kami, rahmat dan ilmu Engkau meliputi segala sesuatu, maka berilah ampunan kepada orang-orang yang bertaubat dan mengikuti jalan Engkau. (Q.S Al Mukmin: 7)

Karena itu pada azaznya ke mana saja manusia menghadapkan mukanya dalam berdoa atau beribadah, ke timur, ke barat, ke utara, ke selatan, ke bawah, ke atas dan sebagainya, pasti doa dan ibadahnya itu didengar Allah swt. dan sampai kepada-Nya. Ayat ini menyalahkan kepercayaan bahwa Allah swt. mempunyai tempat, bahwa doa atau ibadat akan didengar dan sampai kepada Allah bila hamba yang berdoa dan beribadat itu menghadap ke arah tertentu saja atau suatu tempat yang dianggap lebih mulia dari tempat yang lain dan sebagainya.

Sebab ayat ini diturunkan ialah: Diriwayatkan oleh Jabir sebagai berikut: "Kami telah diutus oleh Rasulullah saw. ke Syria yang dahulu kami pernah ke sana. Sedang kami berada di tengah perjalanan kegelapan mencekam kami sehingga kami tidak mengetahui arah kiblat. Segolongan di antara kami berkata, "Kami telah mengetahui arah kiblat, yaitu di sana, di arah utara." Maka mereka salat dan membuat garis di tanah. Dan sebahagian kami berkata, "Arah kiblat di sana di arah selatan." Dan mereka membuat garisan di tanah. Tatkala hari subuh dan matahari pun terbit, garis itu mengarah ke arah yang bukan arah kiblat. Tatkala kami kembali dari perjalanan dan kami tanyakan kepada Rasulullah saw. tentang peristiwa itu, maka Nabi saw. diam dan turunlah ayat ini.

Berdasarkan ayat di atas dan sebab turunnya dapat ditetapkan hukum sebagai berikut:

1.Pada azasnya kiblat itu ialah seluruh arah. Ke mana saja hamba menghadap pasti menemui wajah Allah. Untuk memelihara kesatuan dan persatuan kaum muslimin ditetapkanlah Kakbah sebagai arah kiblat.

2.Apabila keadaan hari sangat gelap dan arah kiblat tidak diketahui, maka boleh salat menghadap ke arah yang diyakini sebagai kiblat. Jika ternyata kemudian bahwa arah itu bukan arah kiblat maka salatnya tetap sah.

3.Bagi orang yang berada di atas kendaraan yang sedang berjalan, ia boleh berkiblat ke arah yang ia sukai. Sebahagian ulama menganjurkan berkiblat ke arah depan dari kendaraan itu.

D. Asbabun Nuzul/Sebab-sebab  Turunnya  Surah Al Baqarah ayat 115 :

1)      Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa Ibnu Umar membacakan surah Al Baqarah ayat 115 kemudian menjelaskan peristiwanya sebagai berikut : “ Ketika Rasulullah saw. dalam perjalanan dari Mekah ke Madinah, beliau shalat sunat di atas kendaraan menghadap sesuai dengan arah kendaraannya”.(Diriwayatkan oleh Muslim, At Tirmidzi dan An Nasa-i yang bersumber dari Ibnu Umar ).

2)      Dalam riwayat lain dikemukakan  bahwa turunnya surah Al Baqarah ayat 115 membolehkan kita shalat sunat di atas kendaraan menghadap sesuai dengan arah kendaraan.(Diriwayatkan oleh  Al Hakim yang bersumber dari Ibnu Umar. Hadist ini sahih menurut syarat Muslim).

3)      Dalam riwayat lain dikemukakan , ketika Rasulullah saw. hijrah ke Madinah, Allah swt. memerintahkan beliau untuk menghadap ke Baitul Maqdis di waktu shalat. Maka gembiralah kaum Yahudi. Rasulullah saw. melaksanaakan perintah itu beberapa belas bulan lamanya , tetapi dalam hatinya tetap ingin menghadap ke kiblat Nabi Ibrahim a.s (Mekah). Beliau selalu berdoa kepada  Allah  sambil menghadapkan muka ke langit, enantikan turunnya. Maka turunlah ayat “Qad nara taqalluba wajhika fis samaa....”( Sungguh kami [sering] melihat mukamu menengadah ke langit....) sampai akhir surah Al Baqarah ayat 144. Kaum Yahudi menjadi bimbang karena turunnya surah Al Baqarah ayat 144 tersebut, sehingga mereka berkata: ”Apa yang menyebabkan mereka membelok dari kiblat yang mereka hadapi selama ini?” Maka Allah menurunkan surah Al Baqarah ayat 115 sebagai jawaban atas pertanyaan orang-orang Yahudi.(Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dan Ibnu Abi Hatim, dari ‘Ali bin Abi Thalhah yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas)

4)      Dalam riwayat lain dikemukakan bahwa Rasulullah saw. pernah mengutus suatu pasukan perang(termasuk diantaranya Jabir). Pada suatu waktu yang gelap gulita, mereka tidak mengetahui arah kiblat. Berkatalah segolongan dari mereka: “ Kami tahu arah kiblat, yaitu arah ini(sambil menunjuk ke arah utara)”. Mereka shalat dan membuat garis sesuai dengan arah shalat mereka. Segolongan lainnya berkata: “ Kiblat di sebelah sana(sambil menunjuk ke arah utara)”. Mereka shalat dan membuat garis sesuai dengan arah shalat mereka. Keesokan harinya setelah matahari terbit, garisan-garisan itu tidak menunjukkan  arah kiblat yang sebenarnya. Sesampainya di  Madinah, bertanyalah mereka kepada Rasulullah saw. tentang hal itu. Beliau terdiam. Maka turunlah surah Al Baqarah ayat 115 sebagai penjelasan atas peristiwa tersebut.(Diriwayatkan  oleh Ad-Daraquthni dan Ibnu Marduwaih dari Al-‘Arzami, dari ‘Atha’, yang bersumber dari Jabir)

5)      Dalam riwayat lain dikemukakan bahwa Rasulullah saw. mengirimkan suatu pasukan  perang. Mereka diliputi kabut yang tebal, sehingga tidak mengetahui arah kiblat. Kemudian mereka shalat. Ternyata setelah terbit matahari, shalatnya tidak menghadap kiblat. Setibanya dihadapan Rasulullah saw., mereka menceritakan hal itu. Maka Allah menurunkan surah Al Baqarah ayat 115 yang membenarkan ijtihad mereka.(diriwayatkan oleh Ibnu Marduwaih yang menerima dari Al Kalbi, dari Abu Shalih, yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas )

6)      Dalam riwayat lain dikemukakan, ketika turun ayat “.....ud’uni astajib lakum...(...berdoalah kepada Ku niscaya akan Ku-perkenankan bagi mu...[ surah Al Mu’min ayat 60] ), para sahabat bertanya : “ Ke mana kami menghadap?” Maka turunlah Al Baqarah ayat 115 sebagai jawaban terhadap pertanyaan mereka.(Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari Mujahid)

MAKALAH “PERENCANAAN PELATIHAN KARYAWAN PERUSAHAAN”



Text Box:
KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Tuhan yang telah menolong hamba-Nya menyelesaikan makalah ini dengan penuh kemudahan. Tanpa pertolongan Dia mungkin penyusun tidak akan sanggup menyelesaikan dengan baik.
Makalah ini disusun agar pembaca dapat memperluas pengetahuan tentang Perencanaan Pelatihan Karyawan Perusahaan, yang kami sajikan berdasarkan pengamatan dari berbagai sumber. Makalah ini di susun oleh penyusun dengan berbagai rintangan. Baik itu yang datang dari diri penyusun maupun yang datang dari luar. Namun dengan penuh kesabaran dan terutama pertolongan dari Tuhan akhirnya makalah ini dapat terselesaikan.
Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada pembaca. Walaupun makalah ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Penyusun mohon untuk saran dan kritiknya. Terima kasih.


Makassar,  April 2017
Penyusun










BAB I
PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG
Sumberdaya  manusia  tidak  dapat  dipungkiri  merupakan  salah  satu  aset terpenting bagi perusahaan, peranan sumberdaya manusia bagi perusahaan tidak hanya dilihat dari hasil produktivitas kerja tetapi juga dapat dilihat dari kualitas kerja yang dihasilkan. Bahkan lebih jauh keunggulan suatu perusahaan sangat ditentukan oleh keunggulan daya saing manusianya, bukan ditentukan lagi oleh sumberdaya alamnya. Semakin kuat pengetahuan dari sumberdaya manusia suatu perusahaan akan semakin kuat daya saing perusahaan tersebut.

Peningkatan  kualitas  sumberdaya  manusia  dapat  dilakukan  dengan  cara melalui  proses  pengembangan  sumberdaya  manusia.  Hal  itu  tentu  saja membutuhkan komitmen dan konsistensi keterlibatan staf sumberdaya manusia yang lebih besar, sehingga akan mendukung kompetensi sumberdaya manusia dalam mengelola organisasi usaha yang bertahan.

Pengembangan tenaga kerja dirasakan semakin penting pada suatu perusahaan karena  tuntutan  pekerjaan  atau  jabatan.  Hal  ini  dapat  dilakukan  dengan meningkatkan  keterampilan  dan  pengetahuan  tenaga  kerja  yang  diwujudkan dalam  berbagai  bentuk  nyata,  misalnya:  pemberian  pelatihan,  mengadakan seminar-seminar, pemberian kursus keterampilan dan lain-lain.

Perusahaan  harus  memilih cara pengembangan  yang  sesuai dengan tujuan perusahaan  agar  hasilnya  mencapai  sasaran.  Potensi  setiap  karyawan,  harus diketahui oleh perusahaan sebelum melakukan program pengembangan karena dengan mengetahui potensi ini, dapat diarahkan jenjang karir yang sesuai dengan kemampuannya sehingga dapat menghasilkan produktivitas yang optimal.

       
B.     RUMUSAN MASALAH
1.    Apa yang dimaksud pelatihan karyawan
2.    Apa tujuan dari pelatihan karyawan
3.      Apa metode-metode dalam pelatihan karyawan
4.      Apa sasaran dari pelatihan karyawan
5.      Bagaimana cara pelatihan karyawan
6.      Apa saja jenis pelatihan
C.    TUJUAN
1.    Untuk mengetahui pengertian pelatihan karyawan
2.    Untuk mengetahui tujuan pelatihan karyawan
3.    Untuk mengetahui metode-metode dalam pelatihan karyawan
4.    Untuk mengetahui sasaran dari pelatihan karyawan
5.    Mengetahui cara pelatihan karyawan
6.    Mengetahui jenis pelatihan










BAB II
PEMBAHASAN
A.   Pengertian Pelatihan
Pelatihan adalah usaha mengurangi atau menghilangkan terjadinya kesenjangan antara kemampuan karyawan dengan yang dikehendaki organisasi. Usaha tersebut dilakukan melalui peningkatan kemampuan kerja yang dimiliki karyawan  dengan cara menambah pengetahuan dan keterampilan serta mengubah sikap. Karyawan merupakan kekayaan organisasi yang paling berharga, karena dengan segala potensi yang dimilikinya, karyawan dapat terus dilatih dan dikembangkan, sehingga lebih berdaya guna, prestasinya menjadi semakin optimal untuk mencapai tujuan organisasi.

Adanya kesenjangan antara kemampuan karyawan dengan yang dikehendaki organisasi, menyebabkan perlunya organisasi menjembatani kesenjangan tersebut, salah satunya caranya adalah melalui pelatihan. Dengan demikian diharapkan seluruh potensi yang dimiliki karyawan, yaitu pengetahuan, keterampilan dan sikap dapat ditingkatkan, akhirnya kesenjangan berkurang atau tidak terjadi bagi kesenjangan.

Seringkali terjadi pada karyawan baru bahwa kemampuan dan keterampilan yang mereka miliki belum sesuai dengan yang diharapkan organisasi sehingga biasanya organisasi harus selalu melakukan program pelatihan untuk mereka. Tetapi pelatihan tidak hanya dilakukan untuk karyawan baru saja, karyawan lama pun kemampuan dan keahliannya perlu di-upgrade untuk memberikan penyegaran serta menyesuaikan tuntutan pekerjaan yang berubah. Pelatihan pada karyawan lama dapat pula sebagai sarana untuk mengasah keterampilan mereka dan menghindarkan terjadinya kejenuhan dalam bekerja sebagai akibat perubahan lingkungan atau strategi organisasi. Karena kejenuhan bekerja akan menyebabkan kurangnya kinerja karyawan sehingga berdampak pada produktivitas rekruitment.

B.   Tujuan Pelatihan
a.    Memperbaiki Kinerja
Karyawan-karyawan yang bekerja secara tidak memuaskan karena kekurangan keterampilan merupakan calon utama pelatihan. Kendatipun pelatihan tidk dapat memecahkan semua masalah kinerja yang tidak efektif, program pelatihan dan pengembangan yang sehat sering berfaedah dalam meminimalkan masalah ini.
b.    Memutakhirkan Keahlian Para Karyawan Sejalan Dengan Kemajuan Teknologi
Melalui pelatihan, pelatih (trainer) memastikan bahwa karyawan dapat mengaplikasikan teknologi baru secara efektif. Para manajer di semua bidang haruslah secara konstan mengetahui kemajuan teknologi yang membuat organisasi mereka berfungsi secara lebih efektif. Perubahan teknologi, pada gilirannya, berarti bahwa pekerjaan senantiasa berubah dan keahlian serta kemampuan karyawan haruslah dimutakhirkan melalui pelatihan, sehingga kemajuan teknologi dapat diintegrasikan ke dalam organisasi secara sukses.
c.    Mengurangi Waktu Pembelajaran Bagi Karyawan Baru Agar Kompeten Dalam Bekerja
Seorang karyawan baru acapkali tidak menguasai keahlian dan kemampuan yang dibutuhkan untuk menjadi ”job competent” yaitu mampu mencapai output dan standar mutu yang diharapkan.
d.    Membantu Memecahkan Masalah Operasional
Para manajer harus mencapai tujuan mereka dengan kelangkaan dan kelimpahan sumber daya. Kelengkapan sumber daya finansial dan sumber daya teknologi (human technological resources), dan kelimpahan masalah keuangan, manusia, dan teknologi. Barangkali keduanya terikat erat. Para manajer diharapkan mencapai sering melebihi tujuan-tujuan yang menantang kendatipun mencuat konflik antar pribadi, standar dan kebijakan kabur, penundaan jadwal, kekurangan, tindak ketidakhadiran dan putaran karyawan yang tinggi, serta berbagai kendala lainnya.
e.    Mempersiapkan Karyawan Untuk Promosi
Salah satu cara untuk menarik, menahan, dan memotivasi karyawan adalah melalui program pengembangan karier yang sistematik. Pengembangan kemampuan promosional karyawan konsisten dengan kebijakan sumber daya manusia untuk promosi dalam. Pelatihan dalam unsur kunci dalam sistem pengembangan karier. Pelatihan memberdayakan karyawan untuk menguasai keahlian yang dibutuhkan untuk pekerjaan berikutnya dijenjang atas organisasi, dan memudahkan transisi pekerjaan karyawan saat ini ke posisi/pekerjaan yang melibatkan tanggung jawab yang lebih besar.
f.     Mengorientasikan KaryawanTterhadap Organisasi
Selama beberapa hari pertama di pekerjaan, karyawan baru membentuk kesan pertama mereka terhadap organisasi  dan tim manajemen. Kesan ini dapat meliputi kesan yang menyenangkan sampai yang tidak meng-enakkan, dan dapat mempengaruhi kepuasan kerja dan keseluruhan produktivitas karyawan. Karena alasan inilah, beberapa penyelenggaraan orientasi melakukan upaya bersama dengan tujuan mengorientasikan para karyawan baru terhadap organisasi dan pekerjaan secara benar.
g.    Memenuhi Kebutuhan Pertumbuhan Pribadi
Sebagian besar manajer adalah berorientasi pencapaian dan membutuhkan tantangan baru dipekerjaannya. Pelatihan dan pengembangan dapat memainkan peran ganda dengan menyediakan aktivitas-aktivitas yang menghasilkan efektivitas organisasi yang lebih besar dan meningkatkan pertumbuhan pribadi bagi semua karyawan.

C.   Metode-metode Pelatihan
Metode-metode pelatihan karyawan pada umumnya dikembangkan dengan konsep “on the job” . yang biasa digunakan
1.    Coaching
Atasan memberi arahan pada bawahan dalam pekerjaan rutin mereka
2.    Planned progression
Pemindahan karyawan dalam saluran yang ditentukan melalui tingkatan organisasi yang berbeda
3.    Rotasi jabatan
pemindahan karyawan melalui jabatan – jabatan yang bervariasi
4.    Penugasan sementara
Bawahan ditetapkan pada posisi manajemen tertentu dengan jangka waktu yang ditetapkan
5.    System penilaian prestasi formal

D.   Sasaran Dalam Pelatihan Karyawan
a.    Meningkatkan kemampuan dan keterampilan teknis mengerjakan pekerjaan  (technical skill)
b.    Meningkatkan keahlian dan kecakapan memimpin serta mengambil keputusan atau disebut juga managerial skills dan conceptual skills.

E.   Cara Pelatihan Karyawan
Terdapa banyak pendekatan untuk pelatihan. Menurut (Simamora:2006 :278) ada lima jenis-jenis pelatihan yang dapat diselenggarakan

1.    Pelatihan keahlian
Pelatihan keahlian (skils training) merupakan pelatihan yang sering di jumpai dalam organisasi. program pelatihaannya relatif sederhana: kebutuhan atau kekuragan diidentifikasi rnelalui penilaian yang jeli. kriteria penilalan efekifitas pelatihan juga berdasarkan pada sasaran yang diidentifikasi dalam tahap penilaian.
2.    Pelatihan ulang
Pelatihan ulang (retraining) adalah subset pelatihan keahilan. Pelatihan ulang berupaya memberikan kepada para karyawan keahlian-keahlian yang mereka butuhkan untuk menghadapi tuntutan kerja yang berubah-ubah. Seperti tenaga kerja instansi pendidikan yang biasanya bekerja rnenggunakan mesin ketik manual mungkin harus dilatih dengan mesin computer atau akses internet
3.    Pelatihan lintas fungsional
Pelatihan lintas fungsional (cros fungtional training) melibatkan pelatihan karyawan untuk melakukan aktivitas kerja dalam bidang lainnya selain dan pekerjan yang ditugaskan.
4.    Pelatihan tim
Pelatihan tim merupakan bekerjasarna terdiri dari sekelompok Individu untuk menyelesaikan pekerjaan demi tujuan bersama dalam sebuah tim kerja.
5.    Pelatihan kreatifitas
Pelatihan kreatifitas(creativitas training) berlandaskan pada asumsi hahwa kreativitas dapat dipelajari. Maksudnya tenaga kerja diberikan peluang untuk mengeluarkan gagasan sebebas mungkin yang berdasar pada penilaian rasional dan biaya dan kelaikan.

F.     Jenis Pelatihan
1.    Skill training
Skill training atau yang dikenal juga dengan pelatihan keahlian adalah jenis training yang diadakan dengan tujuan agar peserta mampu menguasai sebuah skill atau keterampilan baru yang berhubungan dengan pekerjaannya. Keahlian yang diajarkan dalam training biasanya akan diberikan kepada karyawan yang dianggap belum menguasai atau masih kurang nilainya dalam sebuah keahlian tertentu. Contoh skill training misalnya adalah training manajemen atau training leadership.
2.    Retraining
Retraining atau pelatihan ulang adalah Training SDM yang diberikan kepada karyawan untuk menghadapi tuntutan kerja yang semakin berskembang. Teknologi, ilmu pengetahuan, dan dunia yang semakin berkembang memaksa semua orang untuk terus maju dan menyesuaikan diri tidak terkecuali karyawan perusahaan. Mereka harus selalu menyesuaikan diri dengan kemajuan jaman dan inovasi terbaru sehingga mereka memiliki kompetensi yang tidak kalah dengan karyawan dari perusahaan – perusahaan lain. Salah satu contoh dari retraining adalah training penggunaan komputer hingga internet bagi karyawan yang selama ini hanya menggunakan mesin ketik untuk membuat dokumen – dokumen perusahaan.
3.    Cross functional training
Cross functional training merupakan training yang dilakukan dengan meminta karyawan untuk melakukan aktivitas pekerjaan tertentu diluar bidang pekerjaan yang ditugaskan kepadanya. Cross training sangat bermanfaat bagi semua karyawan sehingga mereka mampu memahami cara kerja organisasi perusahaan secara lebih luas tidak hanya berkutat pada tugas kerjanya saja. Salah satu contoh cross functional training adalah meminta staff bagian keuangan untuk membantu tugas staff HRD dalam menyeleksi karyawan baru.
4.    Creativity training
Training kreatifitas merupakan sebuah Training SDM yang bertolak belakang dari anggapan bahwa kreatifitas sebenarnya bukan bakat melainkan sebuah skill yang bisa dipelajari. Dalam perusahaan sendiri, ada berbagai posisi dan jabatan yang membutuhkan kreatifitas tinggi diantaranya adalah marketing, manajer, promosi, supervisor, dan lain sebagainya. Mereka dituntut untuk bisa kreatif dalam memimpin anak buahnya serta bisa kreatif menelurkan ide – ide baru yang segar dan inovatif untuk kepentingan perusahaan. Training kreatifitas harus ditunjang dengan kebebasan berpendapat dan mengeluarkan gagasan selama gagasan dan pendapat tersebut rasional, penuh perhitungan, dan sudah dikalkulasi untung ruginya bagi perusahaan.
5.    Team training
Dalam sebuah perusahaan karyawan tidak hanya dituntut untuk bekerja sendiri namun juga bekerja secara tim dalam sebuah divisi, bagian, dan bahkan dituntut untuk bisa bekerja dalam keseluruhan tim organisasi perusahaan. Training SDM yang satu ini ditujukan bagi sekelompok karyawan agar mereka bisa terbiasa bekerja dalam tim, mampu menempatkan diri dalam sebuah tim, dan mampu bekerja sama dengan anggota tim yang lain sehingga pekerjaan dan tujuan bisa diselesaikan dengan lebih cepat dan efektif.


BAB III
PENUTUP

KESIMPULAN
Dari penjelasan diatas dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :
1.    Melalui pelatihan, pelatih memastikan bahwa karyawan dapat megaplikasikan teknologi baru secara efektif. Perubahan teknologi pada gilirannya, berarti bahwa pekerjaan senantiasa berubah dan keahlian serta kemampuan karyawan haruslah dimuktahirkan melalui pelatihan, sehingga kemajuan teknologi dapat diintgrasikan dalam organisasi secara sukses.
2.      Mengurangi waktu pembelajaran bagi karyawan baru agar kompoten dalam pekerjaan. Seorang karywan baru acap kali tidak menguasai keahlian dan kemampuan yang dibutukan untuk menjadi ”job comotent” yaitu mencapai output dan standar mutu yang diharapkan.
3.      Membantu memecahkan masalah orperasional. Para manejer harus mencapai tujuan mereka dengan kelangkaan dan kelimpahan suber daya: kelangkaan sumberdaya finansial dan sumberdaya teknologis manusia (human tecnilogical resourse), dan kelimpahan masalah keuangan, manusia dan teknologis.
4.      Mempersiapkan karyawan untuk promosi satu cara untuk menarik, menahan, dan memotivasi karyawan adalah melalui program pengembangan karir yang sistematis. Pengembangan kemampuan promosional karyawan konsisten dengan kebijakan sumberdaya manusia untuk promosi dari dalam: pelatihan adalah unsur kunci dalam sistem pengembangan karir. Dengan secara berkesinambungan mengembangkan dan mempromosikan semberdaya manusianya melalui pelatihan, manejer dapat menikmati karyawan yang berbobot, termotivasi dan memuaskan.
5.      Mengorientasikan karyawan terhadap organisasi, karena alasan inilah, beberapa penyelenggara orientasi melakukan upaya bersama dengan tujuan mengorientasikan para karyawan baru terhadap organisasi dan bekerja secara benar.





























DAFTAR PUSTAKA


BEDAH SURAH AL BAQARAH AYAT 115

A. Terjemah Surah Al Baqarah ayat 115 :    “Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat, maka kemanapun kamu menghadap di situlah waja...