
KATA
PENGANTAR
Segala
puji bagi Tuhan yang telah menolong hamba-Nya menyelesaikan makalah ini dengan
penuh kemudahan. Tanpa pertolongan Dia mungkin penyusun tidak akan sanggup
menyelesaikan dengan baik.
Makalah
ini disusun agar pembaca dapat memperluas pengetahuan
tentang Perencanaan
Pelatihan Karyawan Perusahaan,
yang kami sajikan berdasarkan pengamatan dari berbagai sumber. Makalah ini di
susun oleh penyusun dengan berbagai rintangan. Baik itu yang datang dari diri
penyusun maupun yang datang dari luar. Namun dengan penuh kesabaran dan
terutama pertolongan dari Tuhan akhirnya makalah ini dapat terselesaikan.
Semoga
makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada pembaca. Walaupun
makalah ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Penyusun mohon untuk saran dan
kritiknya. Terima kasih.
Makassar,
April 2017
Penyusun
BAB
I
PENDAHULUAN
A. LATAR
BELAKANG
Sumberdaya
manusia tidak dapat dipungkiri merupakan
salah satu aset terpenting bagi perusahaan, peranan sumberdaya
manusia bagi perusahaan tidak hanya dilihat dari hasil produktivitas kerja
tetapi juga dapat dilihat dari kualitas kerja yang dihasilkan. Bahkan lebih
jauh keunggulan suatu perusahaan sangat ditentukan oleh keunggulan daya saing
manusianya, bukan ditentukan lagi oleh sumberdaya alamnya. Semakin kuat
pengetahuan dari sumberdaya manusia suatu perusahaan akan semakin kuat daya
saing perusahaan tersebut.
Peningkatan
kualitas sumberdaya manusia dapat dilakukan
dengan cara melalui proses pengembangan
sumberdaya manusia. Hal itu tentu saja
membutuhkan komitmen dan konsistensi keterlibatan staf sumberdaya manusia yang
lebih besar, sehingga akan mendukung kompetensi sumberdaya manusia dalam
mengelola organisasi usaha yang bertahan.
Pengembangan
tenaga kerja dirasakan semakin penting pada suatu perusahaan karena
tuntutan pekerjaan atau jabatan. Hal ini
dapat dilakukan dengan meningkatkan keterampilan
dan pengetahuan tenaga kerja yang diwujudkan
dalam berbagai bentuk nyata, misalnya:
pemberian pelatihan, mengadakan seminar-seminar, pemberian kursus
keterampilan dan lain-lain.
Perusahaan
harus memilih cara pengembangan yang sesuai dengan tujuan
perusahaan agar hasilnya mencapai sasaran.
Potensi setiap karyawan, harus diketahui oleh perusahaan
sebelum melakukan program pengembangan karena dengan mengetahui potensi ini,
dapat diarahkan jenjang karir yang sesuai dengan kemampuannya sehingga dapat
menghasilkan produktivitas yang optimal.
B.
RUMUSAN MASALAH
1. Apa yang
dimaksud pelatihan karyawan
2. Apa tujuan dari pelatihan karyawan
3.
Apa metode-metode
dalam pelatihan karyawan
4.
Apa
sasaran dari pelatihan karyawan
5.
Bagaimana
cara pelatihan karyawan
6.
Apa
saja jenis pelatihan
C.
TUJUAN
1. Untuk mengetahui pengertian
pelatihan karyawan
2. Untuk mengetahui tujuan pelatihan
karyawan
3. Untuk mengetahui metode-metode dalam
pelatihan karyawan
4. Untuk mengetahui sasaran dari
pelatihan karyawan
5. Mengetahui cara pelatihan karyawan
6. Mengetahui jenis pelatihan
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian Pelatihan
Pelatihan adalah usaha mengurangi atau menghilangkan
terjadinya kesenjangan antara kemampuan karyawan dengan yang dikehendaki
organisasi. Usaha tersebut dilakukan melalui peningkatan kemampuan kerja yang
dimiliki karyawan dengan cara menambah pengetahuan dan keterampilan serta
mengubah sikap. Karyawan merupakan kekayaan organisasi yang paling berharga,
karena dengan segala potensi yang dimilikinya, karyawan dapat terus dilatih dan
dikembangkan, sehingga lebih berdaya guna, prestasinya menjadi semakin optimal
untuk mencapai tujuan organisasi.
Adanya kesenjangan antara kemampuan karyawan dengan yang dikehendaki organisasi, menyebabkan perlunya organisasi menjembatani kesenjangan tersebut, salah satunya caranya adalah melalui pelatihan. Dengan demikian diharapkan seluruh potensi yang dimiliki karyawan, yaitu pengetahuan, keterampilan dan sikap dapat ditingkatkan, akhirnya kesenjangan berkurang atau tidak terjadi bagi kesenjangan.
Seringkali terjadi pada karyawan baru bahwa kemampuan dan keterampilan yang mereka miliki belum sesuai dengan yang diharapkan organisasi sehingga biasanya organisasi harus selalu melakukan program pelatihan untuk mereka. Tetapi pelatihan tidak hanya dilakukan untuk karyawan baru saja, karyawan lama pun kemampuan dan keahliannya perlu di-upgrade untuk memberikan penyegaran serta menyesuaikan tuntutan pekerjaan yang berubah. Pelatihan pada karyawan lama dapat pula sebagai sarana untuk mengasah keterampilan mereka dan menghindarkan terjadinya kejenuhan dalam bekerja sebagai akibat perubahan lingkungan atau strategi organisasi. Karena kejenuhan bekerja akan menyebabkan kurangnya kinerja karyawan sehingga berdampak pada produktivitas rekruitment.
B.
Tujuan Pelatihan
a. Memperbaiki
Kinerja
Karyawan-karyawan yang bekerja secara
tidak memuaskan karena kekurangan keterampilan merupakan calon utama pelatihan.
Kendatipun pelatihan tidk dapat memecahkan semua masalah kinerja yang tidak
efektif, program pelatihan dan pengembangan yang sehat sering berfaedah dalam
meminimalkan masalah ini.
b.
Memutakhirkan Keahlian Para Karyawan Sejalan Dengan
Kemajuan Teknologi
Melalui pelatihan, pelatih (trainer) memastikan
bahwa karyawan dapat mengaplikasikan teknologi baru secara efektif. Para
manajer di semua bidang haruslah secara konstan mengetahui kemajuan teknologi
yang membuat organisasi mereka berfungsi secara lebih efektif. Perubahan
teknologi, pada gilirannya, berarti bahwa pekerjaan senantiasa berubah dan
keahlian serta kemampuan karyawan haruslah dimutakhirkan melalui pelatihan,
sehingga kemajuan teknologi dapat diintegrasikan ke dalam organisasi secara
sukses.
c.
Mengurangi Waktu Pembelajaran Bagi Karyawan Baru
Agar Kompeten Dalam Bekerja
Seorang karyawan baru acapkali tidak menguasai keahlian dan
kemampuan yang dibutuhkan untuk menjadi ”job competent” yaitu mampu
mencapai output dan standar mutu yang diharapkan.
d.
Membantu Memecahkan Masalah Operasional
Para manajer harus mencapai tujuan mereka dengan kelangkaan
dan kelimpahan sumber daya. Kelengkapan sumber daya finansial dan sumber daya
teknologi (human technological resources), dan kelimpahan masalah
keuangan, manusia, dan teknologi. Barangkali keduanya terikat erat. Para
manajer diharapkan mencapai sering melebihi tujuan-tujuan yang menantang
kendatipun mencuat konflik antar pribadi, standar dan kebijakan kabur, penundaan
jadwal, kekurangan, tindak ketidakhadiran dan putaran karyawan yang tinggi,
serta berbagai kendala lainnya.
e.
Mempersiapkan Karyawan Untuk Promosi
Salah satu cara untuk menarik, menahan, dan memotivasi
karyawan adalah melalui program pengembangan karier yang sistematik.
Pengembangan kemampuan promosional karyawan konsisten dengan kebijakan sumber
daya manusia untuk promosi dalam. Pelatihan dalam unsur kunci dalam sistem
pengembangan karier. Pelatihan memberdayakan karyawan untuk menguasai keahlian
yang dibutuhkan untuk pekerjaan berikutnya dijenjang atas organisasi, dan
memudahkan transisi pekerjaan karyawan saat ini ke posisi/pekerjaan yang
melibatkan tanggung jawab yang lebih besar.
f.
Mengorientasikan KaryawanTterhadap Organisasi
Selama beberapa hari pertama di pekerjaan, karyawan baru
membentuk kesan pertama mereka terhadap organisasi dan tim manajemen.
Kesan ini dapat meliputi kesan yang menyenangkan sampai yang tidak
meng-enakkan, dan dapat mempengaruhi kepuasan kerja dan keseluruhan produktivitas
karyawan. Karena alasan inilah, beberapa penyelenggaraan orientasi melakukan
upaya bersama dengan tujuan mengorientasikan para karyawan baru terhadap
organisasi dan pekerjaan secara benar.
g.
Memenuhi Kebutuhan Pertumbuhan Pribadi
Sebagian besar manajer adalah berorientasi pencapaian dan
membutuhkan tantangan baru dipekerjaannya. Pelatihan dan pengembangan dapat
memainkan peran ganda dengan menyediakan aktivitas-aktivitas yang menghasilkan
efektivitas organisasi yang lebih besar dan meningkatkan pertumbuhan pribadi
bagi semua karyawan.
C. Metode-metode Pelatihan
Metode-metode
pelatihan karyawan pada umumnya dikembangkan dengan konsep “on the job” . yang
biasa digunakan
1. Coaching
Atasan memberi arahan pada bawahan dalam pekerjaan rutin
mereka
2. Planned
progression
Pemindahan karyawan dalam saluran yang ditentukan melalui
tingkatan organisasi yang berbeda
3. Rotasi
jabatan
pemindahan karyawan melalui jabatan – jabatan yang
bervariasi
4. Penugasan
sementara
Bawahan ditetapkan pada posisi manajemen tertentu dengan
jangka waktu yang ditetapkan
5. System
penilaian prestasi formal
D.
Sasaran
Dalam Pelatihan Karyawan
a. Meningkatkan
kemampuan dan keterampilan teknis mengerjakan pekerjaan (technical skill)
b. Meningkatkan
keahlian dan kecakapan memimpin serta mengambil keputusan atau disebut juga
managerial skills dan conceptual skills.
E.
Cara Pelatihan Karyawan
Terdapa
banyak pendekatan untuk pelatihan. Menurut (Simamora:2006 :278) ada lima
jenis-jenis pelatihan yang dapat diselenggarakan
1. Pelatihan
keahlian
Pelatihan keahlian (skils training) merupakan pelatihan
yang sering di jumpai dalam organisasi. program pelatihaannya relatif
sederhana: kebutuhan atau kekuragan diidentifikasi rnelalui penilaian yang
jeli. kriteria penilalan efekifitas pelatihan juga berdasarkan pada sasaran
yang diidentifikasi dalam tahap penilaian.
2. Pelatihan
ulang
Pelatihan ulang (retraining) adalah subset pelatihan
keahilan. Pelatihan ulang berupaya memberikan kepada para karyawan
keahlian-keahlian yang mereka butuhkan untuk menghadapi tuntutan kerja yang
berubah-ubah. Seperti tenaga kerja instansi pendidikan yang biasanya bekerja
rnenggunakan mesin ketik manual mungkin harus dilatih dengan mesin computer
atau akses internet
3. Pelatihan
lintas fungsional
Pelatihan lintas fungsional (cros fungtional training)
melibatkan pelatihan karyawan untuk melakukan aktivitas kerja dalam bidang
lainnya selain dan pekerjan yang ditugaskan.
4. Pelatihan
tim
Pelatihan tim merupakan bekerjasarna terdiri dari
sekelompok Individu untuk menyelesaikan pekerjaan demi tujuan bersama dalam
sebuah tim kerja.
5. Pelatihan
kreatifitas
Pelatihan
kreatifitas(creativitas training) berlandaskan pada asumsi hahwa kreativitas
dapat dipelajari. Maksudnya tenaga kerja diberikan peluang untuk mengeluarkan
gagasan sebebas mungkin yang berdasar pada penilaian rasional dan biaya dan
kelaikan.
F.
Jenis Pelatihan
1. Skill training
Skill training atau yang dikenal juga
dengan pelatihan keahlian adalah jenis training yang diadakan dengan tujuan
agar peserta mampu menguasai sebuah skill atau keterampilan baru yang
berhubungan dengan pekerjaannya. Keahlian yang diajarkan dalam training
biasanya akan diberikan kepada karyawan yang dianggap belum menguasai atau
masih kurang nilainya dalam sebuah keahlian tertentu. Contoh skill training
misalnya adalah training manajemen atau training leadership.
2. Retraining
Retraining atau pelatihan ulang adalah
Training SDM yang diberikan kepada karyawan untuk menghadapi tuntutan kerja
yang semakin berskembang. Teknologi, ilmu pengetahuan, dan dunia yang semakin
berkembang memaksa semua orang untuk terus maju dan menyesuaikan diri tidak
terkecuali karyawan perusahaan. Mereka harus selalu menyesuaikan diri dengan
kemajuan jaman dan inovasi terbaru sehingga mereka memiliki kompetensi yang
tidak kalah dengan karyawan dari perusahaan – perusahaan lain. Salah satu
contoh dari retraining adalah training penggunaan komputer hingga internet bagi
karyawan yang selama ini hanya menggunakan mesin ketik untuk membuat dokumen –
dokumen perusahaan.
3. Cross
functional training
Cross functional training merupakan training
yang dilakukan dengan meminta karyawan untuk melakukan aktivitas pekerjaan
tertentu diluar bidang pekerjaan yang ditugaskan kepadanya. Cross training
sangat bermanfaat bagi semua karyawan sehingga mereka mampu memahami cara kerja
organisasi perusahaan secara lebih luas tidak hanya berkutat pada tugas
kerjanya saja. Salah satu contoh cross functional training adalah meminta staff
bagian keuangan untuk membantu tugas staff HRD dalam menyeleksi karyawan baru.
4. Creativity
training
Training kreatifitas merupakan sebuah
Training SDM yang bertolak belakang dari anggapan bahwa kreatifitas sebenarnya
bukan bakat melainkan sebuah skill yang bisa dipelajari. Dalam perusahaan
sendiri, ada berbagai posisi dan jabatan yang membutuhkan kreatifitas tinggi
diantaranya adalah marketing, manajer, promosi, supervisor, dan lain
sebagainya. Mereka dituntut untuk bisa kreatif dalam memimpin anak buahnya
serta bisa kreatif menelurkan ide – ide baru yang segar dan inovatif untuk
kepentingan perusahaan. Training kreatifitas harus ditunjang dengan kebebasan
berpendapat dan mengeluarkan gagasan selama gagasan dan pendapat tersebut
rasional, penuh perhitungan, dan sudah dikalkulasi untung ruginya bagi
perusahaan.
5. Team
training
Dalam sebuah perusahaan karyawan tidak
hanya dituntut untuk bekerja sendiri namun juga bekerja secara tim dalam sebuah
divisi, bagian, dan bahkan dituntut untuk bisa bekerja dalam keseluruhan tim
organisasi perusahaan. Training SDM yang satu ini ditujukan bagi sekelompok
karyawan agar mereka bisa terbiasa bekerja dalam tim, mampu menempatkan diri
dalam sebuah tim, dan mampu bekerja sama dengan anggota tim yang lain sehingga
pekerjaan dan tujuan bisa diselesaikan dengan lebih cepat dan efektif.
BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
Dari penjelasan diatas
dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :
1.
Melalui
pelatihan, pelatih memastikan bahwa karyawan dapat megaplikasikan teknologi
baru secara efektif. Perubahan teknologi pada gilirannya, berarti bahwa
pekerjaan senantiasa berubah dan keahlian serta kemampuan karyawan haruslah
dimuktahirkan melalui pelatihan, sehingga kemajuan teknologi dapat
diintgrasikan dalam organisasi secara sukses.
2.
Mengurangi
waktu pembelajaran bagi karyawan baru agar kompoten dalam pekerjaan. Seorang
karywan baru acap kali tidak menguasai keahlian dan kemampuan yang dibutukan
untuk menjadi ”job comotent” yaitu mencapai output dan standar mutu yang
diharapkan.
3.
Membantu
memecahkan masalah orperasional. Para manejer harus mencapai tujuan mereka
dengan kelangkaan dan kelimpahan suber daya: kelangkaan sumberdaya finansial
dan sumberdaya teknologis manusia (human tecnilogical resourse), dan kelimpahan
masalah keuangan, manusia dan teknologis.
4.
Mempersiapkan
karyawan untuk promosi satu cara untuk menarik, menahan, dan memotivasi
karyawan adalah melalui program pengembangan karir yang sistematis.
Pengembangan kemampuan promosional karyawan konsisten dengan kebijakan
sumberdaya manusia untuk promosi dari dalam: pelatihan adalah unsur kunci dalam
sistem pengembangan karir. Dengan secara berkesinambungan mengembangkan dan
mempromosikan semberdaya manusianya melalui pelatihan, manejer dapat menikmati
karyawan yang berbobot, termotivasi dan memuaskan.
5.
Mengorientasikan
karyawan terhadap organisasi, karena alasan inilah, beberapa penyelenggara
orientasi melakukan upaya bersama dengan tujuan mengorientasikan para karyawan
baru terhadap organisasi dan bekerja secara benar.
DAFTAR PUSTAKA
No comments:
Post a Comment